5 Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Mentimun

5 Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Mentimun

5 Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Mentimun

5 Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Mentimun – Sering jadi lalapan, dicampurkan ke air putih (infused water), atau dikonsumsi dalam bentuk acar, siapa, sih, yang tak mengenal mentimun atau timun?

Timun adalah satu dari sekian banyak jenis makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi untuk mendukung pola makan sehat maupun untuk orang-orang yang sedang menurunkan berat badan.

Mungkin masih banyak belum tahu, inilah manfaat sehat yang akan kamu dapat bila rutin mengonsumsi timun, termasuk keuntungan mengonsumsinya bila kamu sedang diet.

1. Rendah kalori, tinggi nutrisi

Melansir laman Agen IDN Poker  , satu buah timun yang belum dikupas (300 gram) mengandung nutrisi ini:

Serat: 2 gram
Protein: 2 gram
Mangan: 12 persen dari angka kecukupan gizi (AKG)
Vitamin C: 14 persen dari AKG
Vitamin K: 62 persen dari AKG
Magnesium: 10 persen dari AKG
Kalium: 13 persen dari DV
Kalori: 45
Karbohidrat: 11 gram
Total lemak: 0 gram

Berdasarkan sebuah laporan dalam jurnal Nutrients tahun 2016, para peneliti menemukan fakta bahwa sekitar 96 persen timun adalah air. Baik untuk mencegah dehidrasi.

Kamu direkomendasikan untuk mengonsumsi timun tanpa mengupas kulitnya. Bila dikupas, kamu malah bakal kehilangan sejumlah serat, vitamin, dan mineral tertentu.

2. Kaya akan kandungan antioksidan

Kebanyakan orang tahunya sumber antioksidan yang baik adalah buah-buahan jenis berry. Namun, siapa sangka timun juga punya kandungan antioksidan!

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengukur kekuatan antioksidan yang ada dalam timun. Sebanyak 30 orang dewasa tua diberikan bubuk timun. Hasilnya, terlihat peningkatan yang cukup signifikan pada beberapa aktivitas dan status antioksidan.

Namun, ada catatan penting dalam penelitian tersebut. Ada kemungkinan kalau bubuk timun mengandung dosis antioksidan yang lebih besar daripada timun segar yang dikonsumsi langsung.

Sementara itu, penelitian lainnya yang tertuang dalam Journal of Young Pharmacists tahun 2010 menyatakan bahwa timun mengandung flavonoid dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut dikatakan efektif untuk memblokir radikal bebas yang berbahaya di tubuh.

3. Memperbaiki hidrasi tubuh

Selain dengan minum air putih, ada banyak cara lain untuk memenuhi kebutuhan cairan. Timun adalah salah satunya.

Studi dalam Journal of the American College of Nutrition tahun 2007 dan European Journal of Clinical Nutrition tahun 2003 membuktikan bahwa asupan hidrasi yang tepat juga akan memengaruhi kinerja fisik dan metabolisme menjadi lebih baik.

Sementara itu, laporan dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2013 menemukan adanya perbaikan status hidrasi dari 442 anak yang meningkatkan asupan buah dan sayuran mereka. Timun adalah salah satu yang dikonsumsi.

4. Pendukung diet

Timun bisa kamu andalkan dalam mendukung dietmu  yang mungkin juga sedang kamu jalani. Bisa menjadi campuran jus, dijadikan salad, campuran roti lapis, dijadikan makanan pendamping menu makan utama, dan sebagainya.

Melansir NutritionData, secangkir jus timun (104 gram) hanya mengandung 16 kalori, sedangkan 300 gram timun hanya mengandung 45 kalori.

Studi dalam jurnal Nutrients tahun 2016 meneliti 3.628 orang yang mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi air dan rendah kalori. Hasilnya, mereka mampu menurunkan berat badan dengan hasil yang cukup signifikan.

5. Mengurangi kadar gula darah

Timun juga telah terbukti dapat menurunkan kadar gula darah dan mencegah komplikasi lewat studi yang dilakukan pada hewan. Memang, masih butuh penelitian lebih lanjut untuk dengan uji pada manusia untuk benar-benar membuktikannya.

Seperti yang ada dalam laporan di Journal of Ethnopharmacology tahun 1995, mentimun terbukti dapat mengurangi dan mengontrol gula darah. Bahkan, timun juga ditemukan mampu mengurangi stres oksidatif dan mencegah komplikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *