Ini 5 Cara Sehat dan Aman Minum Kopi

Ini 5 Cara Sehat dan Aman Minum Kopi

Ini 5 Cara Sehat dan Aman Minum Kopi – Kopi adalah salah satu minuman terpopuler di dunia. Bisa dinikmati panas atau dingin, bisa juga dicampur susu atau bahan lainnya sesuai preferensi. Namun, ternyata ada juga cara sehat dan aman minum kopi agar manfaat yang didapat optimal dan terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan.

Banyak ahli kesehatan yang percaya bahwa kopi adalah salah satu minuman yang menyehatkan. Sayangnya, manfaat tersebut juga kerap dibayang-bayangi efek samping seperti jantung berdebar hingga sulit tidur.

Nah, agar rutinitas minum kopi menyehatkan, ada beberapa tips yang perlu kamu terapkan, nih. Baca terus sampai habis, ya!

1. Tambahkan perasa alami

Melansir Women’s Health, untuk menambah rasa tanpa meningkatkan kalori, coba tambahkan sedikit ekstrak vanili murni atau sedikit kayu manis ke dalam secangkir kopi pagimu. Kayu manis sendiri dikenal memiliki beberapa manfaat kesehatan.

Berdasarkan sebuah laporan dalam jurnal Diabetes, Obesity and Metabolism tahun 2009, kayu manis terbukti dapat membantu menstabilkan gula darah.

Selain itu, sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Diabetes Care tahun 2003 menemukan bahwa kayu manis juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dengan cara mendukung kolesterol sehat.

2. Selalu awali dengan minum air putih

Walaupun sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa kafein adalah diuretik (membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan), tubuh kita dapat menyesuaikan dengan asupan kafein yang konsisten, yang mana ini akan meniadakan efek dehidrasi.

Meskipun demikian, melansir Health, banyak orang yang memulai hari dengan kopi tidak memperhatikan asupan cairannya alias kurang minum air. Kalau kamu salah satunya, sebelum menyeduh kopi, minumlah segelas air putih atau infused water terlebih dulu setelah bangun tidur. Targetkan untuk minum setidaknya 2 liter air setiap harinya agar tubuh terhidrasi dengan baik.

3. Hindari ngopi di sore hari

Kopi adalah salah satu sumber kafein tertinggi. Melansir Healthline, kafein adalah stimulan yang memberi sentakan energi, sehingga kamu tetap terjaga walaupun sudah merasa lelah.

Namun, jika kamu minum kopi di sore hari, ini bisa mengganggu tidurmu. Padahal, tidur yang buruk dikaitkan dengan berbagai jenis masalah kesehatan. Maka dari itu, sebaiknya jangan lagi ngopi setelah jam 2 atau 3 sore.

4. Kombinasikan dengan makanan

Jika minum kopi cenderung membuat perutmu menjadi sakit, utamanya di pagi hari, cobalah minum secangkir kopi bersama makanan. Sebab, bagi sebagian orang, minum kopi saat perut kosong bisa terlalu keras dan asam.

Melansir Daftar Live22 , kalau perut kosong langsung isi kopi, kebiasaan ini bisa merusak lapisan perut dan peningkatan kecemasan. Kabar baiknya, risiko ini bisa dengan mudah mencegah dengan sarapan sebelum menikmati secangkir kopi pagimu.

Atau, kamu juga bisa menambahkan susu non-dairy ke dalam kopi untuk meminimalkan efeknya pada perut yang kosong. Kamu juga bisa memilih kopi yang kadar asamnya rendah.

5. Batasi penggunaan pemanis tambahan

Menurut Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah 10 persen dari total energi (200 kkal). Jumlah tersebut setara dengan 4 sendok makan per orang per hari, atau 50 gram per orang per hari.

Jadi, perhatikan tambahan gula ke dalam kopimu, karena gula juga umumnya terkandung dalam makanan dan minuman yang kamu konsumsi setiap hari.

Hindari juga menambahkan creamer buatan karena cenderung tinggi gula, begitu juga dengan (susu) kental manis. Agar lebih sehat, gantikan dengan susu kelapa atau sedikit ekstrak vanila.

Fakta COVID-19 Juga Berbahaya bagi Anak Muda Bukan Hanya Orang Tua

Fakta COVID-19 Juga Berbahaya bagi Anak Muda Bukan Hanya Orang Tua

Fakta COVID-19 Juga Berbahaya bagi Anak Muda Bukan Hanya Orang Tua – Wabah COVID-19 masih terus merebak. Jumlah kasus kian hari kian meningkat dan ditambah dengan adanya informasi bagaimana virus SARS-CoV-2 itu mengalami mutasi menjadikan pandemik ini tidak bisa disepelekan.

Ada satu fakta tambahan lagi dari COVID-19 yang baru-baru saja ditemukan, yaitu tak hanya untuk orang lanjut usia, penyakit ini sama berbahayanya bagi pemuda. Journal of the American Medical Association menyebutkan dalam salah satu artikelnya para penderita dewasa muda juga riskan mendapatkan kondisi parah. Berikut ini adalah informasi yang didapat seputar COVID-19 di kalangan para pemuda.

1. Satu dari lima penderita COVID-19 anak muda masuk dalam perawatan intensif

Berdasarkan jurnal yang melakukan studi kepada para penderita COVID-19 yang berusia 18 sampai 34 tahun. Ada kecenderungan penderita penyakit tersebut mendapatkan perawatan intensif. Angkanya mencapai 20 persen yang mana 10 persennya sampai mendapatkan perawatan ventilasi mekanis. Sedangkan untuk angka kematian di antara pemuda tersebut mencapai tiga persen.

Walaupun angka mortalitasnya masih lebih rendah daripada penderita lanjut usia. Namun tetap saja kasus-kasus serangan jantung akibat COVID-19 di kalangan pemuda masih meningkat. Itu membuktikan bagaimana mereka yang muda-muda pun tidak bisa terhindar dari tingkat fatalnya wabah ini.

2. Komplikasi masih menjadi gerbang risiko mendapatkan COVID-19 yang mematikan

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan para orang lanjut usia punya risiko yang lebih tinggi meninggal karena COVID-19, jika punya penyakit lain. Diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, semua itu adalah penyakit yang mampu meningkatkan risiko mortalitas atau kondisi parah.

Efek komplikasi ini ternyata tak hanya berlaku untuk orang tua saja, tetapi juga anak muda. Menurut studi yang sama, angka risiko kondisi COVID-19 yang parah akibat komplikasi bagi anak muda setara dengan kondisi penderita dewasa paruh baya yang tidak mendapatkan komplikasi. Oleh karena itu pengawasan lebih lanjut perlu diperhatikan.

3. Obesitas menjadi faktor terbesar COVID-19 yang parah di kalangan anak muda

Dalam kasus Amerika Serikat, CDC mengumumkan obesitas menjadi isu kesehatan yang serius. Hampir 40 persen populasi di sana mendapatkan kondisi ini.

Koneksi obesitas dengan COVID-19 yang semakin parah adalah obesitas menyebabkan pernapasan pada seseorang terganggu. Gangguan tersebut diakibatkan karena tertutupnya gerakan diafragma atau perut akibat penimbunan obesitas itu.

“Kami juga mengetahui obesitas menambah risiko adanya pembekuan darah yang mana diasosiasikan dengan kondisi COVID-19 yang parah,” ujar Dr. Robert Glatter dari Lenox Hill Hospital di New York, kepada Healthline. Alhasil, kondisi beku darah itu dapat menyebabkan pendarahan yang berlebihan pula.

4. Selain itu, pemuda sering kali mengabaikan imbauan melakukan jaga jarak

Euro News memberitakan adanya laporan yang menyalahkan anak muda berusia 20 sampai 30 tahunan sebagai faktor utama penyebaran kasus COVID-19 di Eropa sana. Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, menyebut angka kenaikan penularan virus SARS-CoV-2 itu disebabkan anak muda yang tidak mempedulikan imbauan jaga jarak.

Pada Agustus 2020 lalu pula, terdapat data yang mengatakan adanya peningkatan kasus baru COVID-19 hingga 40 persen dan itu terjadi pada kelompok anak muda di Spanyol. Data lebih lanjut dari Euro News menunjukkan setidaknya pada Maret kemarin dari 1.000 pasien berumur 20 hingga 40 tahunan yang masuk ke ICU di Prancis, setidaknya 5 persen lebih mendapatkan perawatan intensif.

5. 25 persen dari anak muda penderita COVID-19 juga berisiko mendapatkan efek jangka lama

Lebih lanjut lagi, Agen IDN Poker pernah memaparkan bahwa satu dari empat anak muda penderita COVID-19 masih mendapatkan gejala penyakit tersebut, walau sudah berlangsung satu minggu lebih dari kesembuhan. Dijelaskan lebih lanjut bahwa para pemuda tersebut tidak pulih seperti sedia kala sebelum terjangkit. Walau mereka tidak punya catatan kesehatan yang lain dan tidak dirumahsakitkan.

Catatan penting dari masalah ini adalah adanya kemungkinan hingga 35 persen penderita anak muda itu tidak kembali ke kondisi semulanya walau sudah 14 hingga 21 hari lamanya. Rata-rata dari gejala itu adalah dalam bentuk batuk dan kelelahan.

Risiko Kesehatan Terlalu Sering Pakai Earphone

Risiko Kesehatan Terlalu Sering Pakai Earphone

Risiko Kesehatan Terlalu Sering Pakai Earphone – Saat lingkungan sekitar terlalu mengganggu, menyumpal telinga dengan earphone adalah salah satu cara untuk mengatasinya. Tinggal sambungkan ke handphone atau perangkat lain dan nyalakan musik favorit, kamu akan merasa lebih baik.

Dilansir Vice, orang yang tinggal di kota besar bisa menghabiskan 75 persen harinya dengan earphone menyangkut di telinga. Entah untuk mendengarkan musik, podcast, atau nonton serial favorit. Bukan hanya itu, kebiasaan ini bisa terjadi di mana saja, mulai dari kantor hingga kereta.

Melansir dari laman Daftar Live22 dengan gaya hidup seperti ini, pernahkah kamu mengkhawatirkan pendengaranmu? Kira-kira kita akan tuli tidak ya karena terlalu sering memakai earphone? Simak penjelasan berikut ini.

1. Suara seperti apa yang bisa merusak pendengaran

World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa suara dengan tingkat noise atau kebisingan lebih dari 85 desibel hanya boleh didengarkan dalam durasi delapan jam. Batas kebisingan yang boleh didengarkan secara konstan adalah 80 desibel. Contoh sumber suara yang mencapai 80 desibel adalah suara dari blender, kereta api sejauh 15 meter, dan suara mesin secara general.

2. Seberapa tinggi gelombang suara yang dihasilkan oleh earphone kita

Banyak earphone yang bisa melebihi batas gelombang suara tersebut. Misalnya saat kamu ingin mengalihkan diri dari kegaduhan di sekitarmu, kamu pasti akan menaikkan volumenya.

Sebagai patokan, file MP3 yang disetel dengan volume paling tinggi bisa mencapai 105 desibel. Tentunya ini jauh melampaui batas desibel yang bisa didengarkan secara konstan.

3. Kedekatan sumber suara dengan pendengaran juga menjadi masalah

Masalah lain yang dimiliki oleh earphone adalah kedekatannya dengan sistem pendengaran kita. Dengan jarak yang begitu dekat, tingkat noise yang dihasilkan kurang lebih akan sama dengan suara keras. Walaupun pada kenyataannya hanya kamu yang bisa mendengarkan suara earphone-mu.

4. Tanda-tanda suara earphone yang kamu dengarkan terlalu kencang

Terkadang kita tidak sadar jika ternyata volume earphone kita terlalu kencang. Sampai-sampai orang di sebelah yang harus mengingatkan kita. Ada beberapa tanda yang bisa menjadi patokanmu mengenai hal ini.

Yang pertama, saat kamu harus mengeraskan suaramu agar terdengar oleh dirimu sendiri. Kemudian, jika kamu tidak bisa mendengar suara orang yang sedang berbicara dengan jarak satu meter. Tanda lainnya adalah ketika kamu merasakan telinga berdenging dan tidak bisa mendengar dengan baik sesaat setelah melepaskan earphone.

5. Earphone memang bisa merusak pendengaran manusia

Dilansir The Week, WHO memperingatkan 1,1 miliar anak muda berpotensi kehilangan pendengaran karena suara keras dari earphone dan menghabiskan banyak waktu di tempat berisik. Ada banyak bahaya yang mengintai dari pemakaian speaker mini tersebut. Mulai dari kerusakan permanen pada telinga, kehilangan pendengaran di usia muda, serta meningkatkan infeksi telinga.

Ibuprofen Tidak Membuat Gejala COVID-19 Makin Parah

Ibuprofen Tidak Membuat Gejala COVID-19 Makin Parah

Ibuprofen Tidak Membuat Gejala COVID-19 Makin Parah – Pada masa awal pandemik lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa pasien COVID-19 sebaiknya tidak mengonsumsi obat berjenis ibuprofen. Sebab, kandungan di dalamnya diduga bisa membuat gejala semakin parah.

Namun, studi baru yang diterbitkan di jurnal PLOS Medicine yang terbit pada 8 September 2020 membuktikan bahwa ibuprofen tidak memperburuk kondisi pasien COVID-19. Jadi, obat tersebut sejauh ini aman untuk dikonsumsi. Berikut ini penjelasannya!

1. Ibuprofen merupakan obat pereda nyeri dan peradangan

Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa ibuprofen termasuk ke dalam jenis obat-obatan golongan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Ini merupakan obat yang umum digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan. Karena bisa meredakan kedua hal itu, kegunaan ibuprofen pun beragam. Mulai dari mengatasi sakit gigi, demam, radang sendi, hingga nyeri haid.

Efek samping yang dimiliki ibuprofen umumnya tidak berat, seperti kembung, diare, dan mual. Ada pula efek lain dalam jangka panjang seperti gangguan ginjal, aritmia, hingga komplikasi usus.

Namun, pada Maret lalu, sebuah studi mengungkapkan bahwa obat ini dan jenis NSAIDs lainnya bisa menimbulkan efek yang berlawanan ketika dikonsumsi oleh pasien COVID-19.

2. Klaim awal ibuprofen dan hubungannya dengan COVID-19

Di masa awal pandemik, klaim WHO tentang penggunaan ibuprofen dan obat NSAIDs lainnya didasarkan pada studi yang diterbitkan BMJ berjudul “Non-steroidal anti-inflammatory drugs and covid-19”. Peneliti mengatakan bahwa NSAIDs dapat memicu risiko infeksi berulang oleh bakteri di paru-paru yang akibatnya fatal.

Itulah kenapa peneliti menyarankan tenaga medis dan masyarakat untuk menghindari konsumsi ibuprofen dan NSAIDs lainnya. Alternatif lain yang disarankan sebagai pengganti obat tersebut adalah parasetamol dengan dosis yang dianjurkan.

3. Ibuprofen diduga bisa meningkatkan enzim ACE2

Klaim di atas muncul bukan tanpa alasan. Ibuprofen dan NSAIDs diduga mampu meningkatkan jumlah ACE2. Ini merupakan enzim yang diklaim menjadi tempat awal infeksi SARS-CoV-2.

Melansir Sbobet Casino, konsumsi obat yang meningkatkan ACE2 diduga akan membuat kondisi pasien semakin buruk. Hipotesis ini juga tertera di dalam studi BMJ di atas. Akan tetapi, peningkatan ACE2 karena NSAIDs diperoleh dari eksperimen pada tikus. Belum ada bukti kuat bahwa hal yang sama juga terjadi pada manusia.

4. Studi terbaru mengatakan bahwa NSAIDs dan ibuprofen tidak memiliki efek buruk pada pasien COVID-19

Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine pada 8 September 2020 juga menemukan bahwa tidak ada bukti yang jelas mengenai hubungan antara penggunaan ibuprofen dengan semakin parahnya kondisi pasien COVID-19.

Meneliti 9.236 pasien COVID-19 di Denmark. Sebanyak 2,7 persen di antara mereka mengonsumsi NSAIDs selama 30 hari. Ternyata, data menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kondisi yang signifikan di antara keduanya.

Peneliti menyebutkan secara spesifik bahwa penggunaan NSAIDs tidak memiliki hubungan dengan dirawatnya pasien di rumah sakit, ICU, penggunaan ventilator, hingga kematian karena COVID-19.

5. Jadi, apakah ibuprofen aman untuk dikonsumsi?

Berdasarkan penelitian di atas dan studi lain yang telah dilakukan, ibuprofen dan NSAIDs sejauh ini aman untuk dikonsumsi bagi pasien COVID-19. Namun, tenaga medis dan masyarakat tidak boleh menganggapnya benar-benar aman. Kenapa demikian?

Perlu diingat bahwa COVID-19 adalah penyakit pernapasan yang juga bisa memengaruhi ginjal, sistem pencernaan, jantung, otak, dan organ-organ lain. Sementara, ibuprofen dan NSAIDs memiliki efek samping yang bisa berpengaruh terhadap ginjal, sistem pencernaan, dan jantung.

5 Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Mentimun

5 Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Mentimun

5 Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Mentimun – Sering jadi lalapan, dicampurkan ke air putih (infused water), atau dikonsumsi dalam bentuk acar, siapa, sih, yang tak mengenal mentimun atau timun?

Timun adalah satu dari sekian banyak jenis makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi untuk mendukung pola makan sehat maupun untuk orang-orang yang sedang menurunkan berat badan.

Mungkin masih banyak belum tahu, inilah manfaat sehat yang akan kamu dapat bila rutin mengonsumsi timun, termasuk keuntungan mengonsumsinya bila kamu sedang diet.

1. Rendah kalori, tinggi nutrisi

Melansir laman Agen IDN Poker  , satu buah timun yang belum dikupas (300 gram) mengandung nutrisi ini:

Serat: 2 gram
Protein: 2 gram
Mangan: 12 persen dari angka kecukupan gizi (AKG)
Vitamin C: 14 persen dari AKG
Vitamin K: 62 persen dari AKG
Magnesium: 10 persen dari AKG
Kalium: 13 persen dari DV
Kalori: 45
Karbohidrat: 11 gram
Total lemak: 0 gram

Berdasarkan sebuah laporan dalam jurnal Nutrients tahun 2016, para peneliti menemukan fakta bahwa sekitar 96 persen timun adalah air. Baik untuk mencegah dehidrasi.

Kamu direkomendasikan untuk mengonsumsi timun tanpa mengupas kulitnya. Bila dikupas, kamu malah bakal kehilangan sejumlah serat, vitamin, dan mineral tertentu.

2. Kaya akan kandungan antioksidan

Kebanyakan orang tahunya sumber antioksidan yang baik adalah buah-buahan jenis berry. Namun, siapa sangka timun juga punya kandungan antioksidan!

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengukur kekuatan antioksidan yang ada dalam timun. Sebanyak 30 orang dewasa tua diberikan bubuk timun. Hasilnya, terlihat peningkatan yang cukup signifikan pada beberapa aktivitas dan status antioksidan.

Namun, ada catatan penting dalam penelitian tersebut. Ada kemungkinan kalau bubuk timun mengandung dosis antioksidan yang lebih besar daripada timun segar yang dikonsumsi langsung.

Sementara itu, penelitian lainnya yang tertuang dalam Journal of Young Pharmacists tahun 2010 menyatakan bahwa timun mengandung flavonoid dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut dikatakan efektif untuk memblokir radikal bebas yang berbahaya di tubuh.

3. Memperbaiki hidrasi tubuh

Selain dengan minum air putih, ada banyak cara lain untuk memenuhi kebutuhan cairan. Timun adalah salah satunya.

Studi dalam Journal of the American College of Nutrition tahun 2007 dan European Journal of Clinical Nutrition tahun 2003 membuktikan bahwa asupan hidrasi yang tepat juga akan memengaruhi kinerja fisik dan metabolisme menjadi lebih baik.

Sementara itu, laporan dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2013 menemukan adanya perbaikan status hidrasi dari 442 anak yang meningkatkan asupan buah dan sayuran mereka. Timun adalah salah satu yang dikonsumsi.

4. Pendukung diet

Timun bisa kamu andalkan dalam mendukung dietmu  yang mungkin juga sedang kamu jalani. Bisa menjadi campuran jus, dijadikan salad, campuran roti lapis, dijadikan makanan pendamping menu makan utama, dan sebagainya.

Melansir NutritionData, secangkir jus timun (104 gram) hanya mengandung 16 kalori, sedangkan 300 gram timun hanya mengandung 45 kalori.

Studi dalam jurnal Nutrients tahun 2016 meneliti 3.628 orang yang mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi air dan rendah kalori. Hasilnya, mereka mampu menurunkan berat badan dengan hasil yang cukup signifikan.

5. Mengurangi kadar gula darah

Timun juga telah terbukti dapat menurunkan kadar gula darah dan mencegah komplikasi lewat studi yang dilakukan pada hewan. Memang, masih butuh penelitian lebih lanjut untuk dengan uji pada manusia untuk benar-benar membuktikannya.

Seperti yang ada dalam laporan di Journal of Ethnopharmacology tahun 1995, mentimun terbukti dapat mengurangi dan mengontrol gula darah. Bahkan, timun juga ditemukan mampu mengurangi stres oksidatif dan mencegah komplikasi.

5 Aromaterapi yang Paling Populer dan Bermanfaat untuk Kesehatan

5 Aromaterapi yang Paling Populer dan Bermanfaat untuk Kesehatan

5 Aromaterapi yang Paling Populer dan Bermanfaat untuk Kesehatan – Beberapa menjalani gaya hidup sehat seperti menerapkan pola makan dan pola tidur yang baik, termasuk rutinitas olah raga. Namun sebagian yang lain percaya bahwa beberapa wewangian juga dapat memberi manfaat yang baik untuk kesehatan, seperti penggunaan minyak aromaterapi.

Meski pada mulanya aromaterapi dikenal untuk terapi penyembuhan, tapi dewasa ini mulai banyak dimanfaatkan dalam keseharian. Biasanya, aromaterapi digunakan dalam bentuk minyak esensial yang berasal dari ekstrak tumbuhan untuk diambil khasiatnya. Dari sekian banyak aromaterapi ada beberapa yang cukup populer baik karena wanginya maupun manfaatnya.

1. Bargamot

Melansir dari laman  Daftar Live22  Bergamot yang berasal dari tanaman Citrus Bergamia ini biasanya dimanfaatkan untuk dipakai sebagai campuran dalam parfum dan sabun. Akan tetapi, pemakaian bargamot sebagai aromaterapi ternyata bermanfaat untuk meredakan stres, menstimulasi liver untuk membersihkan zat-zat racun dari dalam tubuh, melancarkan sistem pencernaan, mengatasi masalah kulit seperti eksim, dan memperbaiki suasana hati.

2. Lavender

Dikenal sebagai tanaman yang cukup populer dalam melawan gigitan nyamuk, lavender memang memiliki aroma yang harum sekaligus menyegarkan. Bukan hanya dimanfaatkan untuk pengharum ruangan, ekstrak lavender juga sering dipakai untuk campuran garam mandi dan lotion. Bukan hanya itu, lavender juga dipercaya dapat meredakan stres, sakit kepala, migrain, dan mempercepat penyembuhan dari sakit flu.

3. Peppermint

Peppermint yang memiliki aroma mentol seringkali ditemukan dalam produk rumah tangga, kecantikan, dan makanan serta minuman. Bukan hanya aromanya yang menyegarkan, tapi manfaat aromaterapi peppermint juga tergolong baik untuk kesehatan. Di antaranya dapat meningkatkan kesehatan mental, menambah energi, meningkatkan konsentrasi, memperbaiki sistem pencernaan, membantu mengatasi iritasi dan ruam pada kulit.

4. Tea Tree

Wewangian yang satu ini berasal dari ekstrak daun teh. Biasanya tea tree sering digunakan sebagai campuran produk perawatan kulit, mulai dari parfum, lotion, shampo, sabun, hingga obat kumur. Kepopuleran tea tree memang cukup beralasan sebab dapat meningkatkan kekuatan imunitas tubuh, membantu mengatasi infeksi, dan mempercepat penyembuhan luka. Selain itu, tea tree juga bermanfaat untuk melegakan pernapasan, mengatasi ketombe, serta menghalau serangga.

5. Ylang-ylang

Ylang-ylang merupakan wewangian yang berasal dari bunga kenanga. Biasanya ylang-ylang digunakan untuk meredakan stres dan sebagai afrodisiak. Ylang-ylang sebagai salah satu wewangian aromaterapi dimanfaatkan untuk membantu meredakan sakit kepala, mual, dan menormalkan tekanan darah. Selain itu, ylang-ylang juga dapat menstimulasi pertumbuhan rambut, serta mengendalikan produksi kelenjar minyak dalam kulit.

5 Manfaat Beras Hitam bagi Kesehatan Baik untuk Diet

5 Manfaat Beras Hitam bagi Kesehatan Baik untuk Diet

5 Manfaat Beras Hitam bagi Kesehatan Baik untuk Diet – Beras hitam merupakan jenis beras yang termasuk dalam jenis beras Oryza sativa L. Beras hitam mendapatkan warna hitam keunguan khas dari pigmen antosianin, yang memiliki sifat antioksidan kuat.  Tiongkok kuno, beras ini juga mendapat julukan beras terlarang karena anggapan sangat unik dan bergizi sehingga ada larangan untuk semua, kecuali bangsawan. Namun saat ini, beras hitam dapat ditemukan di banyak masakan di seluruh dunia.

Melansir dari Sbobet Casino Selain karena warnanya yang hitam, beras ini memiliki keunggulan lain dari pada beras pada umumnya, khususnya bagi kesehatan. Nah, berikut ini beberapa manfaat beras hitam bagi kesehatan.

1. Kaya akan antioksidan

Selain menjadi sumber protein, serat, dan zat besi yang baik. Beras hitam mengandung beberapa jenis antioksidan yang tinggi menurut penelitian dalam jurnal Food Chemistry.

Antioksidan sendiri adalah senyawa yang melindungi sel dari stres oksidatif yang disebabkan oleh molekul yang dikenal sebagai radikal bebas. Fungsi ini amatlah penting karena stres oksidatif telah dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa kondisi kronis, seperti penyakit jantung, Alzheimer, dan beberapa jenis kanker.

2. Meningkatkan kesehatan jantung

Tingginya antioksidan dalam makanan telah terbukti mampu membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung. Flavonoid seperti yang ada dalam beras hitam telah terkait dengan penurunan risiko pengembangan dan kematian akibat penyakit jantung, menurut studi dalam Journal of Nutritional Science.

Selain itu, penelitian pada hewan dan manusia yang mempublikasikan dalam Journal of Translational Medicine menunjukkan bahwa antosianin dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida.

3. Menurunkan berat badan

Nasi hitam memiliki karakteristik yang penting untuk manajemen dan penurunan berat badan. Yaitu rendah kalori, rendah karbohidrat, dan tinggi serat makanan. Sebuah penelitian dalam Nutrition Research yang menguji perbedaan penurunan berat badan yang menyebabkan oleh nasi putih . Serta campuran beras merah dan nasi hitam pada 40 perempuan yang kelebihan berat badan dalam 6 minggu.

Pada akhir penelitian, terdapat hasil bahwa kelompok yang mengonsumsi nasi merah atau hitam menunjukkan penurunan berat badan yang lebih tinggi dan indeks massa tubuh (BMI) dan persentase lemak tubuh yang lebih rendah secara signifikan dari pada kelompok yang mengonsumsi nasi putih. Artinya, beras merah dan hitam dapat bekerja dengan sangat baik dalam terapi diet untuk perempuan bertubuh gemuk.

4. Meningkatkan fungsi otak

Banyak peneliti percaya bahwa stres oksidatif memiliki efek merugikan pada fungsi kognitif. Karenanya, antioksidan seperti antosianin yang terdapat dalam beras hitam bermanfaat untuk mengurangi stres oksidatif ini dan menjaga kesehatan fungsi otak. Studi komparatif yang dilakukan oleh universitas kesehatan di Bulgaria. Telah menemukan bahwa antosianin mampu meningkatkan fungsi belajar dan memori pada tikus yang menderita defisit estrogen.

Studi dalam Annals of Neurology yang melakukan pada 16 ribu orang dewasa menemukan bahwa konsumsi makanan kaya antosianin dalam jangka panjang memperlambat laju penurunan kognitif hingga 2,5 tahun.

5. Melindungi dari tekanan darah tinggi

Menurut studi dalam Current Atherosclerosis Reports, serat makanan yang terdapat dari beras hitam atau biji-bijian pada umumnya telah terbukti. Untuk melindungi kesehatan jantung dengan tidak hanya menjaga tekanan darah normal tetapi juga dengan mengurangi kadar lemak, mengatur berat badan, meningkatkan metabolisme glukosa, dan mengurangi peradangan kronis.

7 Alasan Pentingnya Medical Check-up Sejak Muda

7 Alasan Pentingnya Medical Check-up Sejak Muda

7 Alasan Pentingnya Medical Check-up Sejak Muda – Jangan mentang-mentang masih muda dan tidak pernah sakit, kemudian menyimpulkan bahwa kamu sehat-sehat saja. Justru karena masih muda itulah kamu harus mengetahui kondisi medismu. Merasa sehat-sehat saja dan tidak pernah sakit bukan berarti kamu benar-benar sehat.

Melansir dari laman  Sbobet Casino banyak sekali yang akan diperiksa ketika medical check-up, mulai dari gula darah, tekanan darah, kolesterol, jantung, mata, kulit, telinga, gigi, tulang dan lainnya. Ini sangat penting dan perlu dilakukan secara berkala. Dilansir berbagai sumber, berikut tujuh alasan pentingnya melakukan medical check-up.

1. Mendeteksi penyakit sejak muda

Selain memeriksa tingkat kesehatan, medical check-up merupakan langkah antisipasi yang efektif dalam mendeteksi kemungkinan adanya penyakit serius dalam tubuh dan risiko-risikonya.

2. Mencegah penyakit berlanjut ke tahap yang lebih serius

Terdeteksinya gejala kemudian dapat mencegah penyakit tersebut berlanjut ke tahap yang lebih serius. Setelah medical check-up, kita bisa melakukan pemeriksaan lanjutan dan mengambil tindakan dengan dokter atau spesialis yang sesuai dengan penyakitnya.

3. Mengurangi biaya medis jangka panjang

Biaya yang kamu keluarkan untuk medical check-up tidak ada apa-apanya dari pada dengan biaya yang harus membayarkan untuk menyembuhkan penyakit berat yang sudah tergolong parah. Itulah mengapa kita sangat perlu mengetahui kondisi kesehatannya sedini mungkin.

4. Memiliki data kesehatan

Data kesehatan akan sangat penting dan berguna bagi para dokter untuk menentukan langkah apa yang sebaiknya kita jalankan. Dokter dapat dengan mudah mencari dan mengetahui semua hal tidak wajar yang sedang kita alami.

5. Memotivasi diri sendiri dan orang lain untuk hidup sehat

Mengetahui kondisi kesehatan secara teratur, otomatis akan membuat kita lebih sadar untuk hidup sehat, kemudian menularkannya pada orang lain. Bukan menularkan penyakit ya, tetapi menularkan semangat untuk hidup sehat.

6. Membandingkan kondisi terbaru dengan sebelumnya

Rutin melakukan medical check-up membuat kita memiliki data kesehatan dari waktu ke waktu. Dengan demikian kita bisa membandingkannya dengan kondisi sebelumnya dan mengoreksi gaya hidup kita jika mengalami penurunan kondisi kesehatan.

7. Memberi sedikit rasa tenang

Mengetahui kondisi kesehatan sejak dini pasti akan memberikan ketenangan. Kita akan tahu apakah tubuh kita benar-benar sehat atau sedang ada penyakit serius yang sedang berkembang dalam tubuh kita.

Satu Lagi Vaksin Corona yang Bakal Didistribusikan Sebelum Akhir 2020

Satu Lagi Vaksin Corona yang Bakal Didistribusikan Sebelum Akhir 2020

Satu Lagi Vaksin Corona yang Bakal Didistribusikan Sebelum Akhir 2020 – Pfizer menambah satu daftar vaksin Corona yang diprediksi bisa didistribusikan sebelum akhir tahun 2020 di Amerika Serikat. CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan hal ini bisa direalisasikan jika vaksin sudah terbukti aman dan efektif.
“Jika FDA menyetujui vaksin ini, perusahaan siap untuk mendistribusikannya sampai ratusan ribu dosis,” kata Bourla yang dikutip dari Sbobet Casino

Para pejabat kesehatan dan pembuat obat di Amerika Serikat sudah mempercepat pengembangan kandidat vaksin dengan berinvestasi dalam penelitian tersebut. Meskipun hal ini bisa saja sia-sia jika vaksin yang dihasilkan tidak efektif dan aman. Perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan produsen obat dari Jerman, yaitu BioNTech.

Vaksin buatan Pfizer ini mengandung materi genetik yang disebut messenger RNA atau mRNA. Para ilmuwan berharap materi genetik ini bisa membuat sistem kekebalan tubuh melawan virus Corona pada manusia.

Pfizer merupakan satu dari tiga perusahaan yang saat ini sedang dalam pengujian tahap akhir untuk vaksin Corona. Dua perusahaan lainnya yaitu Moderna dan AstraZeneca yang belum lama ini kembali melanjutkan uji cobanya setelah sempat terhenti karena alasan keamanan.

Pfizer sudah mengajukan proposal ke FDA untuk bisa memperluas uji coba tahap akhirnya dengan bantuan dari 44.000 peserta relawan vaksin. Jumlah ini meningkat secara signifikan dari target sebelumnya, yaitu sebanyak 30.000 peserta.

Vaksin Virus Corona

Selain itu, sembilan perusahaan obat, termasuk Pfizer juga merilis surat perjanjian yang akan memprioritaskan keselamatan dan menjunjung tinggi ‘integritas proses ilmiah’, dalam pengembangan vaksin virus Corona.

Vaksin virus Corona COVID-19 yang dikembangkan perusahaan biofarmasi China siap digunakan untuk umum pada November mendatang.

Wu Guizhen, kepala ahli biosekuriti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China. Mengatakan masyarakat sudah mulai bisa menerima suntikan vaksin COVID-19 di awal November setelah uji klinis fase III diklaim berjalan dengan lancar.

Wu menambahkan telah mendapat suntikan vaksin pada bulan April dan merasa baik selama beberapa bulan terakhir. Meskipun dia tidak menyebutkan secara spesifik kandidat vaksin COVID-19 mana yang telah dia ambil.

Deretan Obat yang Direkomendasikan untuk Pasien Covid-19

Deretan Obat yang Direkomendasikan untuk Pasien Covid-19

Deretan Obat yang Direkomendasikan untuk Pasien Covid-19 – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan ada sejumlah obat yang bisa digunakan untuk menangani pasien Covid-19. Obat ini merupakan rekomendasi dari lima asosiasi dokter spesialis di Indonesia.

Yakni, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI). Lima asosiasi dokter spesialis ini telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelum menerbitkan alur penanganan penderita Covid-19.

Melansir dari Agen IDN Poker “Di situ disampaikan bahwa untuk pasien dengan gejala ringan selain isolasi mandiri diberikan beberapa obat salah satunya vitamin yaitu vitamin C, antivirus dan beberapa antivirus yang memiliki potensi untuk menyembuhkan Covid-19,” jelas Wiku dalam konferensi pers.

Asosiasi dokter spesialis juga merekomendasikan Remdesivir, Favipiravir, Lopinavir-ritonavir, Oseltamivir dan Paracetamol. Untuk menangani pasien-pasien yang mengalami demam lebih dari 38 derajat celcius. Sedangkan Klorokuin dan Azithromycin bisa digunakan untuk mengobati pasien dengan gejala sedang.

Harus dengan Anjuran Dokter

Wiku menambahkan, asosiasi dokter spesialis memperbolehkan penggunaan antikoagulan apabila ada potensi terjadinya penggumpalan darah pada tubuh pasien Covid-19.

“Sedangkan untuk gejala berat atau kritis digunakan Kortikosteroid dan antibiotik spektrum luas sesuai dengan perkembangan klinisnya,” sambungnya.

Mantan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini menegaskan, pengggunaan obat-obat tersebut harus atas anjuran dokter. Masyarakat tidak boleh mengonsumsi obat atas inisiatif sendiri.

“Kami sampaikan ini dengan maksud adalah agar seluruh dokter yang ada di Indonesia, tenaga kesehatan betul-betul dapat memilih pengobatan yang terbaik. Khusus untuk masyarakat, ini hanya sekadar pengetahuan karena obat-obatan hanya diberikan atas rekomendasi dokter dan tidak untuk dikonsumsi atas inisiatif sendiri,” tutupnya.

Temukan Obat COVID-19

Sebelumnya, tim peneliti dari Universitas Airlangga Surabaya. Badan Intelijen Negara (BIN) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menemukan tiga kombinasi obat penawar COVID-19.

Ketiga kombinasi obat adalah Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline, serta Hydrochloroquine dan Azithromyci.