5 Bahaya Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud

5 Bahaya Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud

5 Bahaya Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud – Karena terjangkau dan mudah didapat, banyak orang mengandalkan cotton bud alias korek kuping untuk membersihkan telinga. Setelah selesai, kita rasanya puas dan lega melihat kotoran yang menempel di sana. Bahkan, ada orang mengorek kupingnya setiap hari. Kamu termasuk? Bila ya, segera hentikan kebiasaan ini.

Perlu kamu tahu, cotton bud sebaiknya hanya digunakan untuk membersihkan bagian luar telinga, bukan bagian dalam. Sebab, memasukkan cotton bud hingga ke dalam telinga justru bisa memicu berbagai masalah. Apa sajakah itu? Berikut rangkumannya.

1. Membuat kotoran masuk semakin ke dalam

Menggunakan cotton bud untuk membersihkan kotoran di dalam telinga malah dapat mendorong kotoran lebih dalam. Hal ini dapat mencegah telinga membersihkan kotoran secara alami dan menyebabkannya menumpuk di dalam telinga.

Melansir Healthline, penumpukan kotoran telinga yang terlalu banyak dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan, seperti rasa sakit dan pendengaran yang terganggu.

2. Cedera

Memasukkan korek kuping terlalu jauh ke dalam telinga berpotensi melukai struktur telinga tengah. Salah satu cedera telinga yang umum terkait dengan penggunaan cotton bud adalah gendang telinga yang pecah.

Sebuah studi dalam The Journal of Pediatrics mengamati cedera telinga terkait usapan pembersih telinga tersebut pada anak-anak antara tahun 1990 dan 2010. Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa sekitar 73 persen cedera telinga terjadi akibat penyeka kapas dikaitkan dengan aktivitas pembersihan telinga.

Selain itu, penggunaan cotton bud juga akan mendorong kotoran menjadi lebih dekat ke gendang telinga. Gendang telinga adalah selaput rapuh yang berperan penting dalam pendengaran. Jika kotoran telinga terdorong ke arahnya, maka kotoran dapat menempel ke membran.

3. Masuknya benda asing ke dalam telinga

Dalam beberapa kasus, kapas pada ujung cotton bud bisa saja terlepas di dalam telinga. Hal ini dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman atau nyeri. Dalam beberapa kasus, ini bisa menyebabkan gangguan pendengaran.

Satu studi dalam jurnal Laryngoscope menyelidiki tentang kasus benda-benda asing di telinga yang biasa menyebabkan individu harus masuk ke ruang gawat darurat. Hasilnya, kapas adalah salah satu benda asing paling umum ditemukan pada orang dewasa.

4. Infeksi telinga

Melansir laman Agen IDN Poker , sebenarnya kotoran telinga juga  berfungsi untuk membantu menjebak dan memperlambat pertumbuhan bakteri yang masuk ke saluran telinga. Menggunakan cotton bud untuk menghilangkan kotoran telinga justru dapat menyebabkan saluran telinga menjadi kering dan teriritasi.

Selain itu, hal ini juga bisa menghilangkan mekanisme pertahanan alami telinga, sehingga menciptakan lingkungan tempat bakteri berkembang biak. Akibatnya, ini berpotensi menyebabkan infeksi telinga.

5. Sebenarnya, kotoran telinga bisa keluar dengan sendirinya

Kotoran telinga sebenarnya juga dapat membantu telinga menjadi tidak terlalu kering, memerangkap kotoran, dan mencegah bakteri masuk lebih dalam ke telinga.

Dikutip dari laman Healthline, seiring waktu, kotoran telinga secara alami bermigrasi ke bagian luar telinga untuk dibersihkan. Karena telinga mampu membersihkan diri, sebenarnya kita tidak perlu membersihkannya dengan cotton bud.

Risiko Kesehatan Terlalu Sering Pakai Earphone

Risiko Kesehatan Terlalu Sering Pakai Earphone

Risiko Kesehatan Terlalu Sering Pakai Earphone – Saat lingkungan sekitar terlalu mengganggu, menyumpal telinga dengan earphone adalah salah satu cara untuk mengatasinya. Tinggal sambungkan ke handphone atau perangkat lain dan nyalakan musik favorit, kamu akan merasa lebih baik.

Dilansir Vice, orang yang tinggal di kota besar bisa menghabiskan 75 persen harinya dengan earphone menyangkut di telinga. Entah untuk mendengarkan musik, podcast, atau nonton serial favorit. Bukan hanya itu, kebiasaan ini bisa terjadi di mana saja, mulai dari kantor hingga kereta.

Melansir dari laman Daftar Live22 dengan gaya hidup seperti ini, pernahkah kamu mengkhawatirkan pendengaranmu? Kira-kira kita akan tuli tidak ya karena terlalu sering memakai earphone? Simak penjelasan berikut ini.

1. Suara seperti apa yang bisa merusak pendengaran

World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa suara dengan tingkat noise atau kebisingan lebih dari 85 desibel hanya boleh didengarkan dalam durasi delapan jam. Batas kebisingan yang boleh didengarkan secara konstan adalah 80 desibel. Contoh sumber suara yang mencapai 80 desibel adalah suara dari blender, kereta api sejauh 15 meter, dan suara mesin secara general.

2. Seberapa tinggi gelombang suara yang dihasilkan oleh earphone kita

Banyak earphone yang bisa melebihi batas gelombang suara tersebut. Misalnya saat kamu ingin mengalihkan diri dari kegaduhan di sekitarmu, kamu pasti akan menaikkan volumenya.

Sebagai patokan, file MP3 yang disetel dengan volume paling tinggi bisa mencapai 105 desibel. Tentunya ini jauh melampaui batas desibel yang bisa didengarkan secara konstan.

3. Kedekatan sumber suara dengan pendengaran juga menjadi masalah

Masalah lain yang dimiliki oleh earphone adalah kedekatannya dengan sistem pendengaran kita. Dengan jarak yang begitu dekat, tingkat noise yang dihasilkan kurang lebih akan sama dengan suara keras. Walaupun pada kenyataannya hanya kamu yang bisa mendengarkan suara earphone-mu.

4. Tanda-tanda suara earphone yang kamu dengarkan terlalu kencang

Terkadang kita tidak sadar jika ternyata volume earphone kita terlalu kencang. Sampai-sampai orang di sebelah yang harus mengingatkan kita. Ada beberapa tanda yang bisa menjadi patokanmu mengenai hal ini.

Yang pertama, saat kamu harus mengeraskan suaramu agar terdengar oleh dirimu sendiri. Kemudian, jika kamu tidak bisa mendengar suara orang yang sedang berbicara dengan jarak satu meter. Tanda lainnya adalah ketika kamu merasakan telinga berdenging dan tidak bisa mendengar dengan baik sesaat setelah melepaskan earphone.

5. Earphone memang bisa merusak pendengaran manusia

Dilansir The Week, WHO memperingatkan 1,1 miliar anak muda berpotensi kehilangan pendengaran karena suara keras dari earphone dan menghabiskan banyak waktu di tempat berisik. Ada banyak bahaya yang mengintai dari pemakaian speaker mini tersebut. Mulai dari kerusakan permanen pada telinga, kehilangan pendengaran di usia muda, serta meningkatkan infeksi telinga.